Senin, 11 Desember 2017

[Resensi Novel Terjemahan] Roughing It oleh Mark Twain


Roughing It
Blusukan
Mark Twain

Judul asli: Roughing It
Pengarang: Mark Twain
Penerjemah: Djokolelono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: tahun 2017
Jumlah halaman: 684 hlm 

Ketika masih muda dan belum menjadi penulis terkenal, Mark Twain menghabiskan tujuh tahun "blusukan" di sekitar Nevada dan California, ditambah enam bulan perjalanan ke Hawaii (yang ketika itu bernama Sandwich Islands). Semula Twain hanya bermaksud mengadakan perjalanan selama tiga bulan, ikut kakaknya yang menjadi Tuan Sekretaris Nevada. Karena berbagai hal, tiga bulan diperpanjang menjadi tujuh tahun.
Buku ini merupakan catatan perjalanan Mark Twain yang dituturkan dengan sangat lucu, tentang berbagai pengalamannya selama tujuh tahun blusukan dan luntang-lantung pada zaman Wild West, di tengah orang-orang Indian, orang-orang Mormon, dan ketularan demam emas yang melanda semua orang.

Buku bagus! Sangat direkomendasikan, terutama untuk kalian yang suka sejarah. Buku ini sedikit banyak menyinggung tentang sejarah, informasi dan fakta yang terjadi di Nevada, California, dan Hawaii Amerika Serikat dalam hal demam emas dan perak, suku indian dan komunitas Mormon. Seperti membaca fiksi + non fiksi + sejarah + geografi + diary. Jadi bagi yang kurang berminat sama hal-hal seperti itu buku ini pasti bosenin. Tapi bab-bab yang bosenin tadi bisa di skip kok karena cerita antar bab gak nyambung (ceritanya sih runut, tapi kalau dibaca terpisah-pisah tetep paham juga). Mark Twain aja nyaranin kalau ada beberapa bab yang bosenin dan lebih baik di skip aja bacanya wkwkkw.

Kesan pertama saya setelah baca 30 halaman pertama: lucu! Ceritanya sih biasa aja, tapi cara menuturkan Mark Twain itu yang lucu banget lol. Kelucuannya yang bikin betah baca dan cerita jadi gak membosankan. Kalau temen-temen pernah baca Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, nah seperi itu kira-kira. Adegan yang sesungguhnya biasa-biasa aja bisa disampaikan dengan lucu bin konyol wkwkkw.

Ini juga jadi buku yang bikin saya sering buka google. Beneran jadi penasaran setelah dari buku baca tentang Slade, suku Apache, kapal Ajax, Raja Kamehameha I, dst. Langsung pengen tahu lebih detail tentang informasi-informasi tadi. 

Penggunaan katanya beberapa memakai bahasa slang dan terasa luwes. Ada istilah "jebakan betmen". Ada kalimat, "Lalu kami pergi tidur? Tak usah, ya." Entah seperti apa naskah aslinya, tapi diterjemahkan seperti ini jadi lebih enak dibaca dan lebih lucu juga wkwkkw.

Maaf ya kalau saya banyak ketawa ^^;

Banyak adegan lucu di buku ini. Misalnya aja pendiskripsian unta yang sedang makan mantel (hal. 32).
Lalu cerita tentang seekor coyote, "... daripada menganggur di rumah menambah beban orangtuanya." Wakakaka (hal. 52). 
Ada lagi waktu bercerita tentang Slade, bikin ketawa! Humornya bener-bener mengingatkan sama Laskar Pelangi. 
Ada juga tokoh di buku ini yang mengingatkan sama Viki Prasetyo ("artis" yang bahasa dan kalimatnya amburadul itu). 
Lalu kisah saat Mark Twain kurang beruntung di bidang pertambangan, rasanya ikut nelangsa, kasihan tapi juga pengen ketawa hihihi. 
Dan yang paling bikin ngakak waktu bercerita tentang DEDENGKOT KUDA MEKSIKO TULEN. Astaga, apaan ituuuu wkwkwkw! Kacau banget. Jadi sedikit ragu juga beneran gak ya Mark Twain mengalami itu semua. Kalau beneran iya berarti seruuu banget petualangannya! Senengnya baca buku ini, lucuuukk!

Eits, gak cuma lucu-lucuan aja, ada juga kisah-kisah yang serius dan menyentuh. 
Saya kutip hal. 233:
"... semua yang berkilau belum tentu emas. ... bahwa dalam keadaannya di alam bebas, emas tidak tampak menarik, tidak bersinar, muram. Hanya logam-logam kelas rendah yang menarik perhatian orang-orang bodoh dengan kilauannya. ... aku selalu saja memandang rendah orang-orang yang ibarat emas, dan memuji orang-orang yang ibarat mika."
Bab 59 ketika bercerita tentang Blutcher:
"Dia punya pengalaman yang terus menancap di benakku sebagai pengalaman paling aneh dan paling menyentuh perasaanku."

Mark Twain menceritakan segalanya di buku ini. Saat sedang kaya, saat miskin, saat senang, saat susah, bagaimana dia berfoya-foya ketika banyak uang, dan bagaimana dia sengsara ketika bangkrut. Hidupnya naik turun seperti roller coaster, penuh warna seperti pelangi. Saya belajar bagaimana cara menghadapi kondisi saat susah, menghadapi lingkungannya ketika terpuruk, terdesak dan malu. Cara Mark Twain menghadapi itu semua menginspirasi saya. Beliau memang sangat kokoh dan cerdik.

Ada beberapa paragraf yang agak membingungkan karena di tengah kisah tiba-tiba Mark Twain bercerita tentang kisah lain dengan tempat dan waktu yang berbeda (maksudnya untuk lebih menjelaskan maksud kisah yang sedang dituturkan sebelumnya melalui kisah lain itu dengan kondisi yang serupa, paham kan?). Pergantian kisah itu seakan tiba-tiba jadi saya masih belum siap, gak ngeh kalau udah ganti kisah, jadinya bingung. 

Saya ceritakan secara singkat isi cerita buku ini.
Ini adalah buku yang menceritakan tentang perjalanan Mark Twain selama tujuh tahun berpetualang dari Nevada sampai Hawaii. Kisah berawal dari ajakan kakak Mark Twain untuk ikut ke Nevada karena kakaknya menjadi Sekretaris Daerah Nevada. Mark Twain pun ikut berangkat ke Nevada. Seiring waktu uang pun menipis dan Mark Twain harus mencari penghasilan. Maka dia ikut-ikutan trend saat itu, yaitu mencari tambang emas dan perak. Lama berkutat di bidang itu akhirnya gagal juga. Lalu dia melamar jadi wartawan. Karena bosan, dia pindah ke California (Mark Twain memang berjiwa petualang banget!). Karir jurnalismenya tidak begitu bagus, bosan dengan California dan jiwa petualangannya kumat. Akhirnya setelah jatuh bangun dia dapat kesempatan untuk menulis artikel tentang Sandwich Island (Hawaii). Maka berlayarlah Mark Twain ke sana. Ketika pekerjaanya di sana selesai, mau tidak mau dia harus kembali ke San Fransisco, California. Beliau lalu menjadi pembicara pada kuliah umum. Selesai sudah.

Covernya oke lah, plotnya bagus, runtut, alurnya lambat dan bertele-tele tapi ceritanya dituturkan dengan lucu jadi gak membosankan bagi saya, diceritakan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Mark Twain sebagai pelaku dari kisah ini, gaya penulisannya seperti buku harian atau jurnal dalam bentuk prosa. Buku bagus, tebel tapi gak terasa karena ceritanya asyik. Ah, ada satu hal lagi yang bikin ngekek, saya baru tahu kalau ada orang yang rindu ketemu sama penagih hutang setelah baca buku ini :)) 

Rabu, 22 November 2017

[Resensi Novel Tejemahan] The Career of Evil oleh Robert Galbraith


The Career of Evil
Titian Kejahatan
Robert Galbraith

Judul asli: The Career of Evil
Pengarang: Robert Galbraith
Terbit: tahun 2015

Penerjemah: Siska Yuanita

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan pertama: tahun 2016
Jumlah halaman: 552 hlm

Sebuah paket misterius dikirim kepada Robin Ellacott, dan betapa terkejutnya dia ketika menemukan potongan tungkai wanita di dalamnya.
Atasan Robin, detektif partikelir Cormoran Strike, mencurigai empat orang dari masa lalunya yang mungkin bertanggungng jawab atas kiriman mengerikan itu - empat orang yang sanggup melakukan tindakan brutal.
Tatkala polisi mengejar satu tersangka pelaku yang menurut Strike justru paling kecil kemungkinannya, dia dan Robin melakukan penyelidikan sendiri dan terjun ke dunia kelam tempat ketiga tersangka yang lain berada. Namun, waktu kian memburu mereka, sementara si pembunuh kejam kembali melakukan aksi-aksi yang mengerikan... 

Bagian paling saya sukai dari buku ini adalah:
Kisah hidup tokohnya, terutama Strike dan Robin. Mulai terkuaknya kisah pribadi Cormoran Strike dan Robin Ellacott. Bagaimana Cormoran menjalani masa kecil dan remajanya bersama ibunya dan ayah tirinya dan mengapa Robin memutuskan untuk keluar dari kuliah psikologinya.

Lalu endingnya: bikin penasaran, ya hehehe.

Bagian yang kurang saya sukai:
Apa, ya. Bagian ketika Cormoran atau Robin harus mengintai salah satu tersangka, karena bacanya membosankan.

Saya gak pernah baca novel detektif dan sepertinya bukan genre favorit saya jadi saya kurang menikmati bagian "detektifnya". Saya tertarik untuk lanjut baca karena pengarangnya Roberth Galbraith jadi saya berharap mungkin nanti menemukan sesuatu yang menarik dari buku ini (dan ternyata agak tidak sesuai dengan harapan saya..). Lalu tokoh Cormoran Strike sendiri. Saya semacam memiliki ketertarikan yang aneh sama Cormoran. Maksud saya dia itu digambarkan seperti raksasa; besar, garang, tidak sensitif, dengan satu setengah kaki, tidak tampan, rambut awut-awutan. Maksud saya dia itu seperti itu tapi kenapa saya bisa suka sama fisik dan watak Cormoran ya, hahaha.

Saya baca bukunya gak urut. Pertama baca judul ini dulu lalu sekarang ini sedang proses baca The Silkworm. Jadi waktu baca The Silkworm agak spoiler juga sama  masa lalu Cormoran dan Robin karena udah tau duluan dari buku The Career of Evil ini.





Rabu, 25 Oktober 2017

[Resensi Novel Terjemahan] Unwind oleh Neal Shusterman


Unwind
Pemisahan Raga
Neal Shusterman

Judul asli: Unwind
Pengarang: Neal Shusterman
Terbit: tahun 2013
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: Agustus 2013
Jumlah halaman: 456 hlm


Orangtua Connor ingin menyingkirkannya karena ia selalu menimbulkan masalah. Risa tidak punya orangtua dan akan menjalani pemisahan raga untuk mengurangi beban panti asuhan. Pemisahan raga Lev sudah direncanakan sejak ia lahir, bagian dari agama orangtuanya. Dipertemukan nasib, dan dipersatukan keputusasaan, ketiga remaja ini melakukan perjalanan yang penuh bahaya, tahu bahwa nyawa mereka lah taruhannya.
Jika bisa bertahan hidup sampai ulang tahun ke-18, mereka selamat. Tetapi, ketika setiap bagian tubuh mereka, dari tangan sampai jantung, diincar dunia yang menggila, 18 terasa amat sangat jauh.

Oke, langsung aja. Kenapa teman-teman harus membaca buku ini.

Pertama, temanya. Terutama bagi kalian penyuka cerita dengan genre distopia atau thriller. Temanya unik dan kontroversial. Cerita ini terjadi di sebuah masa di mana dunia me-legalkan penjualan organ-organ tubuh manusia. Yang termasuk manusia di dalamnya adalah anak yang berusia antara 13-18 tahun. Lalu, siapa saja anak-anak yang kurang beruntung itu? Ya pokoknya semua anak umur 13-18 tahun yang orangtuanya menginginkan agar mereka dipisah-pisah. Begitu orangtua sudah menandatangani persetujuan pemisahan raga, anak mau tidak mau akan dipisah-pisah organnya . Kemudian organ-organ tubuh itu akan disimpan dan diberikan (dijual) kepada siapa saja yang membutuhkan. Jadi secara "teknis" anak-anak korban pemisahan raga itu tetap hidup, walaupun di tubuh orang lain. Itu juga dijadikan sebagai pembenaran oleh sekte agama tertentu, bahwa kita berkorban memberikan tubuh kita untuk kepentingan dan kebaikan orang lain. Hmm, dari sini udah mulai diajak mikir, kan?

Kedua, tokoh-tokohnya. Ada tiga tokoh utama di sini dan plot akan bergantian bercerita dari sudut pandang dari ketiga tokoh itu. Tokoh-tokohnya variatif, dengan berbagai macam latar belakang, riwayat, dan karakter; sangat kaya rasa. Tokoh favorit saya di buku pertama ini: Lev. Lev, yang terlahir dari sebuah keluarga religius, dan dia sendiri dididik untuk selalu taat pada perintah agamanya, pada akhirnya berubah menjadi teroris. Gimana ya, dari sudut pandang saya mungkin Lev adalah seorang pahlawan. Tapi dari sudut pandang masyarakat dan bahkan keluarga Lev sendiri, dia adalah seorang teroris. Dan menurut saya itu masuk akal. Hmm, mikir lagi.

Ketiga, plotnya. Plotnya oke banget. Penulis pinter banget mempermainkan nasib ketiga tokohnya. Di awal bab mereka berjuang sendiri, lalu bertemu dan berjuang bersama, dan pada akhir bab mereka harus berpisah dan melanjutkan perjuangan sesuai dengan peran mereka masing-masing. Twistnya sangat oke. Ketika mereka bersama dan akhirnya berpisah, nasib pun bermain-main dengan mereka. Dan tidak disangka bahwa perseteruan dan perpisahan mereka pada akhirnya yang menyelamatkan nyawa mereka. Gak terduga banget pokoknya. 

Buku yang sangat saya rekomendasikan! Temanya bagus, unik, kontroversial, mau tak mau kita diajak untuk ikut berpikir: sebenarnya ada apa dengan kita semua? Covernya oke banget, dari situ sudah terasa aura "gila"nya. Plot ceritanya tidak terduga, bikin penasaran banget buat baca sekuelnya. Sangat berharap semua sekuelnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Pada awal bab selalu penasaran, apa yang terjadi ketika seseorang sudah masuk ke Pejagalan untuk menjalani pemisahan raga? Dan ketika sampai di bab akhir dimana seseorang diceritakan sedang menjalani pemisahan raga: rasanya ngiluuuuu..






Sabtu, 23 September 2017

[Resensi Novel Terjemahan] House of Secrets: Clash of The Worlds oleh Chris Columbus, Ned Vizzini, Chris Rylander


Judul asli: House of Secrets: Clash of The Worlds
Pengarang: Chris Columbus, Ned Vizzini, Chris Rylander
Terbit: tahun 2016
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penerbit: Penerbit Noura
Cetakan pertama: Februari 2017
Jumlah halaman: 476 hlm

Keluarga Walker terpaksa pindah ke apartemen mungil, meninggalkan rumah indah ala Victoria mereka yang menghadap ke Jembatan Golden Gate, dan nyaris tak punya apa-apa lagi karena ayah mereka yang kecanduan judi.
Namun, permasalahan mereka bukan hanya itu. Makhluk-makhluk mistis bermunculan di San Fransisco. Para monster dari buku Kristoff kini mewujud nyata! Untuk mencegah kiamat terjadi, Cordelia, Brendan, dan Eleanor harus kembali ke dalam dunia buku.
Dalam perjalanan, mereka bertemu pembunuh bengis bertangan satu, diserbu dinosaurus terbang, berteman dengan alien, Brendan berubah menjadi zombie, Cordelia dirasuki Penyihir Angin, dan Eleanor tanpa disangka-sangka menjungkirbalikkan keseluruhan cerita.
Berhasilkah mereka lolos hidup-hidup? Mampukah Walker Bersaudara menyelamatkan dunia? 

Salah satu novel fantasi dengan cerita terkacau wkwkkwwk. Random banget semua mua dimasukkin. Beneran yang penting waton gayeng. Tapi seru banget, lho! Alur ceritanya cepet byaangett, intens - kalian gak bakal dibikin duduk sebentar buat istirahat ambil nafas sejenak, menegangkan - karena tokoh-tokohnya selaluuu berhadapan dengan situasi berbahaya, spontan, tapi juga kacau, berantakan, dan agak dikit sarkasme hehehe.

Baca buku ini rasanya disuruh untuk terus lari. Sepertinya Walker Bersaudara ini selalu aja terlibat masalah. selalu dalam situasi yang mengancam jiwa raga, dimana rasa-rasanya kita geleng-geleng kepala karena gak mungkin ada jalan keluarnya.

Penulis juga banyak menyelipkan sedikit cerita berdasarkan pengalamannya menjadi sutradara film-film box office. Tahu kan siapa Mr. Columbus? Hmm? Hmm?

Penulis banyak nyelipin guyonan-guyonan yang garing. Malahan lebih kriuk daripada dua buku sebelumnya. Hikss.. Ceritanya juga sebenernya agak mekso, hubungan persaudaraan antar Walker terlalu dibuat-buat, kurang mengalir alami selayaknya kalau sesama saudara, konfliknya juga kurang kompleks, apalagi konflik antar Walker Bersaudara keliatan banget agak maksa, gak logis. Namanya juga waton gayeng hihihi.

Tapi mungkin memang itu tujuan Mr. Columbus cs nulis buku ini. Bikinlah cerita yang sederhana, tanpa isak tangis, tanpa baper, tanpa terlalu mikir, yang penting seru, bikin pembacanya gak bisa duduk barang sebentar aja, dan yang pasti semua kalangan bisa menikmatinya. Nasehat utama yang ingin disampaikan penulis adalah bahwa sesama saudara itu mbok yao akur, saling menyayangi, saling menolong, gelut dikit gpp tapi tar maafan ya, dan yang penting harus kompak, OK?

Bagi para pecinta novel fantasi yang mencari cerita yang ringan, kocak, seru, coba baca ini. Semua umur bisa baca deh kayanya. Ayok, ayok buruan dibeli bukunya *malah promosi.

Jumat, 25 Agustus 2017

[Resensi Novel Terjemahan] The Invasion of The Tearling oleh Erika Johansen


Judul asli: The Invasion of The Tearling
Pengarang: Erika Johansen
Terbit: tahun 2015
Penerjemah: Angelic Zai-zai
Penerbit: Penerbit Mizan
Cetakan pertama: Juli 2016
Jumlah halaman: 592 hlm

Ratu Merah dan pasukan Mortmesne sudah di depan mata, ancaman invasi semakin nyata. Kelsea, sang Ratu Tearling, harus memutar otak mencari cara agar rakyatnya tidak kembali dibantai seperti pada invasi sebelumnya. Penguasa Cadare, negara tetangga, hanya mau berkoalisi jika Kelsea bersedia menjadi salah satu dari sekian banyak istrinya. Dan sesosok iblis berbahaya yang muncul dari dalam api menawarkan bantuan jika Kelsea bersedia membebaskannya dari kutukan.
Ketika situasi semakin genting, kedua batu safir Kelsea malah menariknya mengembara jauh ke masa lalu. Kelsea memasuki kehidupan seorang wanita bernama Lily Mayhew yang menjadi korban kekerasan rumah tangga. Awalnya Kelsea tidak mengerti keterikatan dirinya dan Lily, tapi sedikit demi sedikit misteri terkuak. Dan Kelsea sadar, mungkin solusi atas masalah di masa depan, bisa ditemukan di masa lalu. Namun apakah solusi yang diambil Kelsea akan membuatnya jadi orang genius, atau sinting?


Jadi ini itu ceritanya Tearling yang diinvasi atau yang menginvasi?

Misteri yang ada di buku pertama mulai sedikit-sedikit mulai terkuak, teka-teki sedikit-sedikit juga terbaca. Seperti apa sih setting waktu dan tempat di mana Kelsea hidup. Apa itu penyeberangan dan bagaimana kondisi pasca penyeberangan. Hal-hal yang marai saya bingung ketika baca buku satu. Pinter yaa Kak Johansen bikin plot cerita, dari awal udah bikin penasaran pembaca dan bikin kepingin baca buku duanya hahahha.

Bukannya lebih suka buku satu, tapi masih baper, masih kebawa-bawa sama atmosfer di buku satu. Di buku dua ini banyak tokoh baru dan cerita akan berada di seputar mereka. Saya yang baperan ini jadi terngiang-ngiang dengan tokoh-tokoh di buku satu. Rindu sama Carroll.. Halah! Selain itu ceritanya juga lebih oke buku satu, cuma twist di buku dua masih lebih bagusss.
Pengarang banyak memasukkan adegan semi-vulgar dan unsur-unsur gelap, bobrok, asusila ke dalam cerita; seperti korupsi, narkotik, kekerasan, kemunafikan gereja, judi, LGBT, dsb. Juga ada hal yang kita anggap masih tabu tapi memang itulah realita: menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan dan ketenangan. Seru dehh!

Saya suka dengan gaya menulis Mbak Johansen. Bertele-tele yang tidak terlalu bertele-tele, indah tapi tidak puitis, tidak lugas tapi masih mudah dipahami. Saya juga suka dengan banyaknya unsur atau elemen yang dimasukkan ke dalam cerita: politik, ekonomi, militer, isu sosial yang mana tidak diulas dengan sangat detail, dan ini menarik karena cerita menjadi kaya dan kompleks tapi saya yang hanya orang awam biasa masih bisa ngerti sama maksud ceritanya hahahah. Baguss!

Buku dua mulai banyak adegan mistis yang keluar. Bukan, bukan kaya magic spell macam fireball atau lighting bolt, tapi lebih ke kondisi supernatural seperti kerasukan dan trans dan astral dan penglihatan dan lain-lain.
Katanya Mbak Johansen ini akan bikin cerita dengan setting Dunia Baru tapi dengan cerita yang berbeda dengan trilogi sebelumnya. Bakalan seruuu! Secara Dunia Baru pasti sangat luasss dan yang terjamah baru sedikittt sekali. Tentu saja penasaran seperti apa kondisi dari sudut-sudut Dunia Baru pasca penyeberangan, selain wilayah yang didiami oleh Kelsea and friends.

Best quote:
"... apakah umat manusia akan pernah berubah? Apakah manusia pernah tumbuh dan belajar seiring berlalunya abad demi abad? Atau, umat manusia hanya seperti air pasang, pencerahan mendekat dan kemudian menyurut begitu keadaan berubah? Barangkali kambuhan merupakan karakteristik paling mencolok dari spesies itu." Gyahahaha, bener banget kata Kelsea! Kambuhan aka kumatan! XD

Ada sesuatu yang kurang pas menurut saya lho ya. Saya berharap ceritanya bakal lebih realistis, penasaran tindakan apa yang akan dilakukan Kelsea menghadapi situasi gawat yang terasa mustahil diatasi, tapi ternyata cukup banyak unsur magis, kekuatan super yang dimiliki Kelsea, yang membuat Ratu Merah pun terlihat tidak begitu berbahaya..

Tapi ceritanya memang bikin penasaran banget!

Ohya, katanya Mbak Johansen ini akan bikin cerita dengan setting Dunia Baru tapi dengan cerita yang berbeda dengan trilogi Tearling sebelumnya. Bakalan seruuu! Secara Dunia Baru pasti sangat luasss dan yang terjamah baru sedikittt sekali. Tentu saja penasaran seperti apa kondisi dari sudut-sudut Dunia Baru pasca penyeberangan, selain wilayah yang didiami oleh Kelsea and friends.


Sabtu, 22 Juli 2017

[Resensi Novel Terjemahan] Second Chance Summer oleh Morgan Matson


Second Chance Summer
Kesempatan Kedua
Morgan Matson

Judul asli: Second Chance Summer
Pengarang: Morgan Matson
Terbit: tahun 2012
Penerjemah: Cindy Kristanto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: 2016
Jumlah halaman: 456 hlm

Karena memiliki kakak-adik yang hebat, Taylor Edwards tidak pernah merasa dirinya luar biasa. Orang mengenalnya cuma karena ia selalu kabur saat menghadapi masalah berat. Lalu ayahnya mendapat kabar sangat buruk, sehingga keluarga mereka memutukan untuk berlibur bersama di rumah musim panas
Taylor terakhir ke tempat itu ketika berusia dua belas tahun, dan sama sekali tidak berniat kembali ke sana. Di rumah dekat danau tersebut, ia harus meghadapi orang-orang yang dikiranya sudah ia lupakan, misalnya Lucy, mantan teman baiknya, dan Henry Crosby, pacar pertama, yang sekarang ternyata jadi jauh lebih imut. Maka tiba-tiba Taylor dikepung berbagai kenangan yang igin dilupakannya - namun kali ini ia tak bisa kabur.
Seiring hari-hari di pantai dan malam-malam memandangi bintang, Taylor lalu sdara bahwa ia mendapatkan kesempatan kedua - besama para sahabat, keluarga, bahkan mungkin cinta.

Saya jadi teringat nasihat seorang ibu kepada anaknya yang sedang pilih-pilih buku di sebuah toko buku:
"Beli buku yang ceritanya bisa diambil pelajarannya, gak cuma beli buku asal-asalan aja", ujar ibu itu sambil membantu anak remajanya buat milih novel.
Wow, ibunya keren juga ya hehehe..

Nah, menurut saya buku Second Chance Summer ini termasuk novel remaja yang sarat nasihat. Isinya gak melulu soal cinta anak muda penuh nafsu. Memang buku ini ada cerita cinta remaja 17 tahun, tapi blas gak ada adegan-adegan panasnya. Dan secara keseluruhan buku ini bercerita tentang pentingnya kesempatan kedua. Kesempatan dalam hubungan antar keluarga, sahabat, kekasih, maupun untuk diri sendiri. Bagaimana kita memberikan kesempatan untuk orang-orang yang kita kasihi untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubungan yang lama renggang. Memberikan kesempatan memaafkan diri sendiri dan orang lain. Nantinya semua akan baik-baik saja walaupun langit tidak selamanya biru cerah.

Bercerita tentang seorang remaja cewek SMA bernama Taylor yang cenderung melarikan diri ketika menghadapi masalah. Ketika berusia 12 tahun dia bermasalah dengan Lucy (sahabat) sekaligus Henry (pacarnya) sehingga dia kabur tanpa penjelasan apapun dan tidak kembali lagi (jelas bikin Lucy dan Henry jadi super gonduk dan marah). Namun, lima tahun kemudian dia kembali ke kota di mana mantan sahabat dan mantan pacarnya tinggal sebab terpaksa. Ayahnya sakit kanker dan ingin menghabiskan sisa umurnya di kota tersebut. Singkat cerita ketemulah Taylor dengan Lucy dan Henry. Dia gak bisa kabur lagi dan mau tak mau harus meluruskan masalah 5 tahun yang lalu.

Yang bikin penasaran itu sebenernya: ada masalah apa sih antara Taylor, Lucy, dan Henry hingga Taylor memutuskan kabur sehingga hubungan mereka akhirnya putus?


Bukunya bagus. Karakternya membumi, maksudnya kaya kita-kita ini. Cewek biasa-biasa saja, tanpa kelebihan mencolok, sekolah juga gak pinter-pinter amat, grogi kalo disuruh ngomong di depan orang banyak, namun hatinya sangat besar. Alurnya lambat tapi asik buat diikuti. Ada adegan yang bikin mewek juga hahaha. Memang perpisahan karena kematian sering bikin saya baper (ups, spoiler).

Baca deh novelnya. Morgan Matson bisa bikin cerita bagus yang gak melulu soal cinta remaja dan kegalauan karena cinta dan konflik antar cewek karena cinta dan perselingkuhan cinta dsb. Seperti kata ibu di toko buku: cari buku yang bisa diambil pelajarannya. Dan buku ini salah satunya.

Jumat, 23 Juni 2017

[Resensi Novel] Bumi oleh Tere Liye


Judul: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Cetakan keenam: Oktober 2014
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 440 hlm

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya Si Putih dan Si Hitam. Mama dan Papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak. 
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Selesai baca dua halaman: ceritanya apik, bakalan lanjut, nih.
Selesai baca satu bab: sayangnya bertele-tele banget..
Selesai baca satu buku: duhh, moga buku dua nya lagi gak dipinjem.

Ini adalah buku pertama yang saya pinjam dari perpustakaan di kota saya. Saya agak lama milih judul karena saya punya prinsip: buku yang saya pinjam kudu buku yang ceritanya ringan dan pastinya bagus menurut review sana-sini dan menarik saya pada pandangan pertama. Karena saya kudu nyelesein bukunya dalam waktu 10 hari. Waktu yang sebentar untuk ukuran saya yang gak bisa membaca cepat dan banyak samben hahahaha. Padune males aja XD



Ini juga buku pertama karangan Tere Liye yang saya baca dan saya baru tahu kalo beliau nulis cerita fantasi (wkkwkw ketauan masih cupu di dunia literasi). Ceritanya bagus lagi. Beneran. Idenya sederhana tapi bisa dikemas dengan cantik. Imajinasi pengarang luas banget. Bayangkan bahwa ada sebuah bangsa di ujung bintang nun jauh di galaksi sana yang belum diketahui seperti apa peradabannya. Penasaran gak? Saya sih penasaran.

Yang bikin saya agak sedikit ngebut bacanya karena ceritanya bertele-tele. Saya jadi penasaran keburu pengen tau ceritanya jadi adegan yang gak penting saya cepetin bacanya. Mungkin ada kalimat-kalimat yang ke-skip juga, nih.. Ada beberapa ide yang rasanya kurang orisinil. Ya gpp sih, namanya juga terinspirasi dari mana-mana mungkin ya ;)

Yaudah, buruan baca bagi yang belum baca. Ceritanya bersambung nyampe banyak buku, lho. Siapin list buat minjem (atau beli) lanjutannya. Kayanya bakal saya masukin list belanja buku, deh. Ceritanya bagus, covernya juga bagus. Layak dikoleksi.