Sabtu, 23 September 2017

[Resensi Novel Terjemahan] House of Secrets: Clash of The Worlds oleh Chris Columbus, Ned Vizzini, Chris Rylander


Judul asli: House of Secrets: Clash of The Worlds
Pengarang: Chris Columbus, Ned Vizzini, Chris Rylander
Terbit: tahun 2016
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penerbit: Penerbit Noura
Cetakan pertama: Februari 2017
Jumlah halaman: 476 hlm

Keluarga Walker terpaksa pindah ke apartemen mungil, meninggalkan rumah indah ala Victoria mereka yang menghadap ke Jembatan Golden Gate, dan nyaris tak punya apa-apa lagi karena ayah mereka yang kecanduan judi.
Namun, permasalahan mereka bukan hanya itu. Makhluk-makhluk mistis bermunculan di San Fransisco. Para monster dari buku Kristoff kini mewujud nyata! Untuk mencegah kiamat terjadi, Cordelia, Brendan, dan Eleanor harus kembali ke dalam dunia buku.
Dalam perjalanan, mereka bertemu pembunuh bengis bertangan satu, diserbu dinosaurus terbang, berteman dengan alien, Brendan berubah menjadi zombie, Cordelia dirasuki Penyihir Angin, dan Eleanor tanpa disangka-sangka menjungkirbalikkan keseluruhan cerita.
Berhasilkah mereka lolos hidup-hidup? Mampukah Walker Bersaudara menyelamatkan dunia? 

Salah satu novel fantasi dengan cerita terkacau wkwkkwwk. Random banget semua mua dimasukkin. Beneran yang penting waton gayeng. Tapi seru banget, lho! Alur ceritanya cepet byaangett, intens - kalian gak bakal dibikin duduk sebentar buat istirahat ambil nafas sejenak, menegangkan - karena tokoh-tokohnya selaluuu berhadapan dengan situasi berbahaya, spontan, tapi juga kacau, berantakan, dan agak dikit sarkasme hehehe.

Baca buku ini rasanya disuruh untuk terus lari. Sepertinya Walker Bersaudara ini selalu aja terlibat masalah. selalu dalam situasi yang mengancam jiwa raga, dimana rasa-rasanya kita geleng-geleng kepala karena gak mungkin ada jalan keluarnya.

Penulis juga banyak menyelipkan sedikit cerita berdasarkan pengalamannya menjadi sutradara film-film box office. Tahu kan siapa Mr. Columbus? Hmm? Hmm?

Penulis banyak nyelipin guyonan-guyonan yang garing. Malahan lebih kriuk daripada dua buku sebelumnya. Hikss.. Ceritanya juga sebenernya agak mekso, hubungan persaudaraan antar Walker terlalu dibuat-buat, kurang mengalir alami selayaknya kalau sesama saudara, konfliknya juga kurang kompleks, apalagi konflik antar Walker Bersaudara keliatan banget agak maksa, gak logis. Namanya juga waton gayeng hihihi.

Tapi mungkin memang itu tujuan Mr. Columbus cs nulis buku ini. Bikinlah cerita yang sederhana, tanpa isak tangis, tanpa baper, tanpa terlalu mikir, yang penting seru, bikin pembacanya gak bisa duduk barang sebentar aja, dan yang pasti semua kalangan bisa menikmatinya. Nasehat utama yang ingin disampaikan penulis adalah bahwa sesama saudara itu mbok yao akur, saling menyayangi, saling menolong, gelut dikit gpp tapi tar maafan ya, dan yang penting harus kompak, OK?

Bagi para pecinta novel fantasi yang mencari cerita yang ringan, kocak, seru, coba baca ini. Semua umur bisa baca deh kayanya. Ayok, ayok buruan dibeli bukunya *malah promosi.

Jumat, 25 Agustus 2017

[Resensi Novel Terjemahan] The Invasion of The Tearling oleh Erika Johansen


Judul asli: The Invasion of The Tearling
Pengarang: Erika Johansen
Terbit: tahun 2015
Penerjemah: Angelic Zai-zai
Penerbit: Penerbit Mizan
Cetakan pertama: Juli 2016
Jumlah halaman: 592 hlm

Ratu Merah dan pasukan Mortmesne sudah di depan mata, ancaman invasi semakin nyata. Kelsea, sang Ratu Tearling, harus memutar otak mencari cara agar rakyatnya tidak kembali dibantai seperti pada invasi sebelumnya. Penguasa Cadare, negara tetangga, hanya mau berkoalisi jika Kelsea bersedia menjadi salah satu dari sekian banyak istrinya. Dan sesosok iblis berbahaya yang muncul dari dalam api menawarkan bantuan jika Kelsea bersedia membebaskannya dari kutukan.
Ketika situasi semakin genting, kedua batu safir Kelsea malah menariknya mengembara jauh ke masa lalu. Kelsea memasuki kehidupan seorang wanita bernama Lily Mayhew yang menjadi korban kekerasan rumah tangga. Awalnya Kelsea tidak mengerti keterikatan dirinya dan Lily, tapi sedikit demi sedikit misteri terkuak. Dan Kelsea sadar, mungkin solusi atas masalah di masa depan, bisa ditemukan di masa lalu. Namun apakah solusi yang diambil Kelsea akan membuatnya jadi orang genius, atau sinting?


Jadi ini itu ceritanya Tearling yang diinvasi atau yang menginvasi?

Misteri yang ada di buku pertama mulai sedikit-sedikit mulai terkuak, teka-teki sedikit-sedikit juga terbaca. Seperti apa sih setting waktu dan tempat di mana Kelsea hidup. Apa itu penyeberangan dan bagaimana kondisi pasca penyeberangan. Hal-hal yang marai saya bingung ketika baca buku satu. Pinter yaa Kak Johansen bikin plot cerita, dari awal udah bikin penasaran pembaca dan bikin kepingin baca buku duanya hahahha.

Bukannya lebih suka buku satu, tapi masih baper, masih kebawa-bawa sama atmosfer di buku satu. Di buku dua ini banyak tokoh baru dan cerita akan berada di seputar mereka. Saya yang baperan ini jadi terngiang-ngiang dengan tokoh-tokoh di buku satu. Rindu sama Carroll.. Halah! Selain itu ceritanya juga lebih oke buku satu, cuma twist di buku dua masih lebih bagusss.
Pengarang banyak memasukkan adegan semi-vulgar dan unsur-unsur gelap, bobrok, asusila ke dalam cerita; seperti korupsi, narkotik, kekerasan, kemunafikan gereja, judi, LGBT, dsb. Juga ada hal yang kita anggap masih tabu tapi memang itulah realita: menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan dan ketenangan. Seru dehh!

Saya suka dengan gaya menulis Mbak Johansen. Bertele-tele yang tidak terlalu bertele-tele, indah tapi tidak puitis, tidak lugas tapi masih mudah dipahami. Saya juga suka dengan banyaknya unsur atau elemen yang dimasukkan ke dalam cerita: politik, ekonomi, militer, isu sosial yang mana tidak diulas dengan sangat detail, dan ini menarik karena cerita menjadi kaya dan kompleks tapi saya yang hanya orang awam biasa masih bisa ngerti sama maksud ceritanya hahahah. Baguss!

Buku dua mulai banyak adegan mistis yang keluar. Bukan, bukan kaya magic spell macam fireball atau lighting bolt, tapi lebih ke kondisi supernatural seperti kerasukan dan trans dan astral dan penglihatan dan lain-lain.
Katanya Mbak Johansen ini akan bikin cerita dengan setting Dunia Baru tapi dengan cerita yang berbeda dengan trilogi sebelumnya. Bakalan seruuu! Secara Dunia Baru pasti sangat luasss dan yang terjamah baru sedikittt sekali. Tentu saja penasaran seperti apa kondisi dari sudut-sudut Dunia Baru pasca penyeberangan, selain wilayah yang didiami oleh Kelsea and friends.

Best quote:
"... apakah umat manusia akan pernah berubah? Apakah manusia pernah tumbuh dan belajar seiring berlalunya abad demi abad? Atau, umat manusia hanya seperti air pasang, pencerahan mendekat dan kemudian menyurut begitu keadaan berubah? Barangkali kambuhan merupakan karakteristik paling mencolok dari spesies itu." Gyahahaha, bener banget kata Kelsea! Kambuhan aka kumatan! XD

Ada sesuatu yang kurang pas menurut saya lho ya. Saya berharap ceritanya bakal lebih realistis, penasaran tindakan apa yang akan dilakukan Kelsea menghadapi situasi gawat yang terasa mustahil diatasi, tapi ternyata cukup banyak unsur magis, kekuatan super yang dimiliki Kelsea, yang membuat Ratu Merah pun terlihat tidak begitu berbahaya..

Tapi ceritanya memang bikin penasaran banget!

Ohya, katanya Mbak Johansen ini akan bikin cerita dengan setting Dunia Baru tapi dengan cerita yang berbeda dengan trilogi Tearling sebelumnya. Bakalan seruuu! Secara Dunia Baru pasti sangat luasss dan yang terjamah baru sedikittt sekali. Tentu saja penasaran seperti apa kondisi dari sudut-sudut Dunia Baru pasca penyeberangan, selain wilayah yang didiami oleh Kelsea and friends.


Sabtu, 22 Juli 2017

[Resensi Novel Terjemahan] Second Chance Summer oleh Morgan Matson


Second Chance Summer
Kesempatan Kedua
Morgan Matson

Judul asli: Second Chance Summer
Pengarang: Morgan Matson
Terbit: tahun 2012
Penerjemah: Cindy Kristanto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: 2016
Jumlah halaman: 456 hlm

Karena memiliki kakak-adik yang hebat, Taylor Edwards tidak pernah merasa dirinya luar biasa. Orang mengenalnya cuma karena ia selalu kabur saat menghadapi masalah berat. Lalu ayahnya mendapat kabar sangat buruk, sehingga keluarga mereka memutukan untuk berlibur bersama di rumah musim panas
Taylor terakhir ke tempat itu ketika berusia dua belas tahun, dan sama sekali tidak berniat kembali ke sana. Di rumah dekat danau tersebut, ia harus meghadapi orang-orang yang dikiranya sudah ia lupakan, misalnya Lucy, mantan teman baiknya, dan Henry Crosby, pacar pertama, yang sekarang ternyata jadi jauh lebih imut. Maka tiba-tiba Taylor dikepung berbagai kenangan yang igin dilupakannya - namun kali ini ia tak bisa kabur.
Seiring hari-hari di pantai dan malam-malam memandangi bintang, Taylor lalu sdara bahwa ia mendapatkan kesempatan kedua - besama para sahabat, keluarga, bahkan mungkin cinta.

Saya jadi teringat nasihat seorang ibu kepada anaknya yang sedang pilih-pilih buku di sebuah toko buku:
"Beli buku yang ceritanya bisa diambil pelajarannya, gak cuma beli buku asal-asalan aja", ujar ibu itu sambil membantu anak remajanya buat milih novel.
Wow, ibunya keren juga ya hehehe..

Nah, menurut saya buku Second Chance Summer ini termasuk novel remaja yang sarat nasihat. Isinya gak melulu soal cinta anak muda penuh nafsu. Memang buku ini ada cerita cinta remaja 17 tahun, tapi blas gak ada adegan-adegan panasnya. Dan secara keseluruhan buku ini bercerita tentang pentingnya kesempatan kedua. Kesempatan dalam hubungan antar keluarga, sahabat, kekasih, maupun untuk diri sendiri. Bagaimana kita memberikan kesempatan untuk orang-orang yang kita kasihi untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubungan yang lama renggang. Memberikan kesempatan memaafkan diri sendiri dan orang lain. Nantinya semua akan baik-baik saja walaupun langit tidak selamanya biru cerah.

Bercerita tentang seorang remaja cewek SMA bernama Taylor yang cenderung melarikan diri ketika menghadapi masalah. Ketika berusia 12 tahun dia bermasalah dengan Lucy (sahabat) sekaligus Henry (pacarnya) sehingga dia kabur tanpa penjelasan apapun dan tidak kembali lagi (jelas bikin Lucy dan Henry jadi super gonduk dan marah). Namun, lima tahun kemudian dia kembali ke kota di mana mantan sahabat dan mantan pacarnya tinggal sebab terpaksa. Ayahnya sakit kanker dan ingin menghabiskan sisa umurnya di kota tersebut. Singkat cerita ketemulah Taylor dengan Lucy dan Henry. Dia gak bisa kabur lagi dan mau tak mau harus meluruskan masalah 5 tahun yang lalu.

Yang bikin penasaran itu sebenernya: ada masalah apa sih antara Taylor, Lucy, dan Henry hingga Taylor memutuskan kabur sehingga hubungan mereka akhirnya putus?


Bukunya bagus. Karakternya membumi, maksudnya kaya kita-kita ini. Cewek biasa-biasa saja, tanpa kelebihan mencolok, sekolah juga gak pinter-pinter amat, grogi kalo disuruh ngomong di depan orang banyak, namun hatinya sangat besar. Alurnya lambat tapi asik buat diikuti. Ada adegan yang bikin mewek juga hahaha. Memang perpisahan karena kematian sering bikin saya baper (ups, spoiler).

Baca deh novelnya. Morgan Matson bisa bikin cerita bagus yang gak melulu soal cinta remaja dan kegalauan karena cinta dan konflik antar cewek karena cinta dan perselingkuhan cinta dsb. Seperti kata ibu di toko buku: cari buku yang bisa diambil pelajarannya. Dan buku ini salah satunya.

Jumat, 23 Juni 2017

[Resensi Novel] Bumi oleh Tere Liye


Judul: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Cetakan keenam: Oktober 2014
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 440 hlm

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya Si Putih dan Si Hitam. Mama dan Papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak. 
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Selesai baca dua halaman: ceritanya apik, bakalan lanjut, nih.
Selesai baca satu bab: sayangnya bertele-tele banget..
Selesai baca satu buku: duhh, moga buku dua nya lagi gak dipinjem.

Ini adalah buku pertama yang saya pinjam dari perpustakaan di kota saya. Saya agak lama milih judul karena saya punya prinsip: buku yang saya pinjam kudu buku yang ceritanya ringan dan pastinya bagus menurut review sana-sini dan menarik saya pada pandangan pertama. Karena saya kudu nyelesein bukunya dalam waktu 10 hari. Waktu yang sebentar untuk ukuran saya yang gak bisa membaca cepat dan banyak samben hahahaha. Padune males aja XD



Ini juga buku pertama karangan Tere Liye yang saya baca dan saya baru tahu kalo beliau nulis cerita fantasi (wkkwkw ketauan masih cupu di dunia literasi). Ceritanya bagus lagi. Beneran. Idenya sederhana tapi bisa dikemas dengan cantik. Imajinasi pengarang luas banget. Bayangkan bahwa ada sebuah bangsa di ujung bintang nun jauh di galaksi sana yang belum diketahui seperti apa peradabannya. Penasaran gak? Saya sih penasaran.

Yang bikin saya agak sedikit ngebut bacanya karena ceritanya bertele-tele. Saya jadi penasaran keburu pengen tau ceritanya jadi adegan yang gak penting saya cepetin bacanya. Mungkin ada kalimat-kalimat yang ke-skip juga, nih.. Ada beberapa ide yang rasanya kurang orisinil. Ya gpp sih, namanya juga terinspirasi dari mana-mana mungkin ya ;)

Yaudah, buruan baca bagi yang belum baca. Ceritanya bersambung nyampe banyak buku, lho. Siapin list buat minjem (atau beli) lanjutannya. Kayanya bakal saya masukin list belanja buku, deh. Ceritanya bagus, covernya juga bagus. Layak dikoleksi.

Kamis, 25 Mei 2017

[Resensi Novel Terjemahan] The Queen of The Tearling oleh Erika Johansen


The Queen of The Tearling
Erika Johansen

Judul asli: The Queen of The Tearling
Pengarang: Erika Johansen
Terbit: tahun 2014
Penerjemah: Angelic Zai-zai
Penerbit: Penerbit Mizan
Cetakan pertama: Januari 2016
Jumlah halaman: 540 hlm

Seumur hidupnya, Kelsea hidup terasing di sebuah pondok tengah hutan, dididik keras oleh orangtua angkatnya. Sebagai putri mahkota, Kelsea diungsikan untuk menghindari ancaman Ratu Merah dari Kerajaan Mortmesne. Di usia 17, Kelsea harus mengambil alih takhta Kerajaan Tearling. Sebuah tugas yang tidak mudah, karena banyak pihak mengincar nyawanya.
Perjalanan menuju ibu kota saja sudah penuh marabahaya, Kelsea diserang, diculik, dan nyaris tewas. Dan ternyata menjadi Ratu tidak semudah teorinya, butuh lebih dari sekadar tekad dan nyali. Berhasilkah Kelsea membebaskan Tearling dari penjajahan Mortmesne? Apalagi rakyatnya sendiri pun masih meragukan ratu mereka yang masih hijau ini.

Buku yang menyenangkan untuk dibaca. Ceritanya oke, kalimat yang dipakai ringan, plotnya mengalir, Siapa saja yang baca buku ini akan mudah memahaminya, terhibur dan gak akan bosan. Eits, tapi buku ini sebenernya untuk pembaca dewasa karena ada konten sadis dan pemakaian kata-kata kasar.

Openingnya bagus, dari awal cerita udah banyak rahasia yang bikin penasaran pengen terus baca. Endingnya oke, karena masih sangat banyak misteri yang bakal bikin penasaran dan pastinya kudu beli sekuelnya. Saking banyaknya misteri dan twist jadi menduga-duga yang tidak-tidak. Jangan-jangan ayah Kelsea itu si A, jangan-jangan Kelsea punya kembaran, dst, dsb. Seru!

Satu yang saya bingungkan: settingan tempat dan waktunya. Tearling, Mortesne, dan negara lainnya jelas imajinasi Johansen, tapi kenapa nama ibukota Tearling adalah London Baru? 

Buku favorit! Saya rekomendasikan untuk dibaca. Sayang, harganya mahal dan kertasnya kurang sip..

Ohhyaa, satu lagi. Entah kenapa saya merasa penulis memasukkan sedikit "kepribadiannya" dalam tokoh Kelsea.

Selasa, 18 April 2017

[Resensi Buku] The ABC's of Hand Lettering oleh Abbey SY

Judul:The ABCs of Hand Lettering
Pengarang: Abbey SY
Terbit: tahun 2015
Penerjemah: Mustika
Penerbit: Haru Media
Cetakan pertama: Desember 2016 
Jumlah halaman: 100 hlm



The ABCs of Hand Lettering adalah panduan tepercaya dan langkah pertama yang sempurna untuk memulai hobi baru yang menakjubkan. Pelajari perbedaan antara font serif, sans serif, script, dan dekoratif; cari tahu bagaimana menempatkan huruf-huruf dan kata-kata menjadi satu; dan buatlah karya kreasi tulisan tanganmu sendiri. Begitu selesai dengan buku ini, kamu pasti akan selalu berkarya.

Dan memang benar. Setelah baca buku ini - bahkan di tengah-tengah baca buku ini - saya sudah sibuk dengan kertas dan pena. Seadanya saja. HVS dan bolpoin hitam. Dan hasilnya pun juga apa adanya. Masih jauh banget dari indah wkwkwk.

Buku ini bagus banget. Dari covernya aja udah eye catching banget. Bikin pengen ambil dari rak dan dibuka-buka. Ternyata isinya juga mudah banget dipahami, apalagi untuk pemula. Dan juga banyak banget contoh-contoh dan gambar-gambar dan warna-warni cantikkk, jadi makin menarik. Gak nyesel saya beli buku ini. Isinya dibagi menjadi lima bab. Hal yang menyenangkan adalah penulisnya - seniman muda asal Filipina - sangat memotivasi pembacanya. Dalam setiap sesi atau bab, pasti Kak Abbey ini selalu menyemangati kita-kita untuk selalu berlatih, berlatih, dan berlatih. Mulailah dan terus berlatih. Jadi semangat lagi nih buat bikin hand lettering hehehe..

Bagi temen-temen yang tertarik sama seni menulis pakai tangan, belilah buku ini. Amatir atau profesional gak masalah karena buku ini layak dikoleksi :) 

Selasa, 14 Maret 2017

[Resensi Novel Terjemahan] An Abundance of Katherines oleh John Green


An Abundace of Katherines
Tentang Katherine
John Green

Judul asli: An Abundance of Katherines
Pengarang: John Green
Terbit: tahun 2006
Penerjemah: Poppy D. Chusfany
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: tahun 2014
Jumlah halaman: 320 hlm 

Katherine V menganggap cowok menjijikkan.
Katherine X hanya ingin berteman.
Katherine XVIII memutuskan Colin lewat email.
Kalau soal pacar, ternyata tipe yang disukai Colin Singleton adalah cewek-cewek bernama Katherine.
Dan kalau soal Katherine, Colin selalu jadi yang tercampak.
Setelah diputuskan Katherine XIX, cowok genius yang hobi mengotak-atik anagram ini mengadakan perjalanan panjang bersama teman baiknya. Colin ingin membuktikan teori matematika karyanya, supaya dapat memprediksi hubungan asmara apa pun, menolong para Tercampak, dan akhirnya mendapatkan cinta sang gadis.

Lumayan lama nyelesein buku ini karena bagi saya membosankan.. Buku macam ini bukan genre favorit hehe.

Membaca dua novel karya John Green membuat saya berpikir bahwa latar belakang cerita-cerita beliau kasarannya seperti ini: perjalanan ke suatu tempat misterius secara random yang disebabkan oleh masalah percintaan. Hmm, bener gak?

Novel ini menggambarkan tentang jiwa muda, semangat yang bergolak. Kamu bisa melakukan apa pun, pergi kemana pun. Namun, jadilah pribadi yang berarti untuk sesuatu atau seseorang yang kamu anggap berarti. Apa pun yang kamu lakukan untuk menunjukkannya tidak perlu yang muluk-muluk. Untuk orangtuamu yang sangat berarti bagimu misalnya, bantulah mencuci piring kotor. Untuk lingkungan yang sangat berharga, buanglah sampah pada tempatnya. Mudah sekali tapi sangat berarti bagi mereka. Ada banyak cara menjadi bahagia. Novel ini menekankan jadilah pribadi yang berarti. Jika seseorang yang kamu sayangi bahagia, otomatis kamu akan bahagia. Menurut saya ini pesan moral dari buku ini. Mario Teguh banget saya ya wkwkwkwk.

Buku ini memberikan sudut pandang yang berbeda dari kacamata seorang genius. Mereka sebenarnya sama seperti kita-kita yang bukan genius (saya maksudnya, agak lemot hehe..) hanya dalam level yang lebih tinggi. Bagi orang normal bisa membuat anagram atau menyelesaikan puzzle 1000 pcs sudah merasa wow dan ngos-ngosan, tapi bagi orang genius hal seperti itu sangatlah biasa-biasa aja. Perumpamaan berhasil menciptakan teori barulah mereka sang genius merasa berarti.

Ada satu adegan yang mengena dan bikin trenyuh. Adegan itulah yang saya rasa akhirnya bisa menohok Colin dan sahabatnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kembali pada realitas, mengakhiri perjalanan pencarian jati diri mereka. Dan tentu saja pelajaran berharga untuk kita juga, para pembaca. Bagus pokoknya.

Ada lampiran penjabaran teori matematika ciptaan Collin. Menarik! 

Saya mau tulis sinopsisnya tanpa spoiler, ya. Novel ini ceritanya tentang seorang cowok SMA genius yang patah hati diputusin pacarnya lalu dia dan seorang sahabatnya melakukan perjalanan secara spontanitas dengan tujuan awalnya untuk menghindari depresi. Karena dia cowok genius, maka hobinya adalah mengotak-atik rumus matematika, berusaha menciptakan rumus tentang  hubungan percintaan. Nah, pada akhirnya nanti kita tahu apakah rumusnya berhasil diterapkan pada kehidupan nyata atau gak.

Saya coba merangkum buku ini dalam satu kalimat: buku yang bercerita tentang perjalanan, tempat rahasia, dan curhatan rumit dan filosofis. 

Nah, gimana menurut temen-temen semua? Yang belum baca jadi kepingin baca gak nih? Dan bagi yang udah baca komen-komenan, yuk!