Jumat, 23 Juni 2017

[Resensi Novel] Bumi oleh Tere Liye


Judul: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Cetakan keenam: Oktober 2014
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 440 hlm

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya Si Putih dan Si Hitam. Mama dan Papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak. 
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Selesai baca dua halaman: ceritanya apik, bakalan lanjut, nih.
Selesai baca satu bab: sayangnya bertele-tele banget..
Selesai baca satu buku: duhh, moga buku dua nya lagi gak dipinjem.

Ini adalah buku pertama yang saya pinjam dari perpustakaan di kota saya. Saya agak lama milih judul karena saya punya prinsip: buku yang saya pinjam kudu buku yang ceritanya ringan dan pastinya bagus menurut review sana-sini dan menarik saya pada pandangan pertama. Karena saya kudu nyelesein bukunya dalam waktu 10 hari. Waktu yang sebentar untuk ukuran saya yang gak bisa membaca cepat dan banyak samben hahahaha. Padune males aja XD



Ini juga buku pertama karangan Tere Liye yang saya baca dan saya baru tahu kalo beliau nulis cerita fantasi (wkkwkw ketauan masih cupu di dunia literasi). Ceritanya bagus lagi. Beneran. Idenya sederhana tapi bisa dikemas dengan cantik. Imajinasi pengarang luas banget. Bayangkan bahwa ada sebuah bangsa di ujung bintang nun jauh di galaksi sana yang belum diketahui seperti apa peradabannya. Penasaran gak? Saya sih penasaran.

Yang bikin saya agak sedikit ngebut bacanya karena ceritanya bertele-tele. Saya jadi penasaran keburu pengen tau ceritanya jadi adegan yang gak penting saya cepetin bacanya. Mungkin ada kalimat-kalimat yang ke-skip juga, nih.. Ada beberapa ide yang rasanya kurang orisinil. Ya gpp sih, namanya juga terinspirasi dari mana-mana mungkin ya ;)

Yaudah, buruan baca bagi yang belum baca. Ceritanya bersambung nyampe banyak buku, lho. Siapin list buat minjem (atau beli) lanjutannya. Kayanya bakal saya masukin list belanja buku, deh. Ceritanya bagus, covernya juga bagus. Layak dikoleksi.

Kamis, 25 Mei 2017

[Resensi Novel Terjemahan] The Queen of The Tearling oleh Erika Johansen


The Queen of The Tearling
Erika Johansen

Judul asli: The Queen of The Tearling
Pengarang: Erika Johansen
Terbit: tahun 2014
Penerjemah: Angelic Zai-zai
Penerbit: Penerbit Mizan
Cetakan pertama: Januari 2016
Jumlah halaman: 540 hlm

Seumur hidupnya, Kelsea hidup terasing di sebuah pondok tengah hutan, dididik keras oleh orangtua angkatnya. Sebagai putri mahkota, Kelsea diungsikan untuk menghindari ancaman Ratu Merah dari Kerajaan Mortmesne. Di usia 17, Kelsea harus mengambil alih takhta Kerajaan Tearling. Sebuah tugas yang tidak mudah, karena banyak pihak mengincar nyawanya.
Perjalanan menuju ibu kota saja sudah penuh marabahaya, Kelsea diserang, diculik, dan nyaris tewas. Dan ternyata menjadi Ratu tidak semudah teorinya, butuh lebih dari sekadar tekad dan nyali. Berhasilkah Kelsea membebaskan Tearling dari penjajahan Mortmesne? Apalagi rakyatnya sendiri pun masih meragukan ratu mereka yang masih hijau ini.

Buku yang menyenangkan untuk dibaca. Ceritanya oke, kalimat yang dipakai ringan, plotnya mengalir, Siapa saja yang baca buku ini akan mudah memahaminya, terhibur dan gak akan bosan. Eits, tapi buku ini sebenernya untuk pembaca dewasa karena ada konten sadis dan pemakaian kata-kata kasar.

Openingnya bagus, dari awal cerita udah banyak rahasia yang bikin penasaran pengen terus baca. Endingnya oke, karena masih sangat banyak misteri yang bakal bikin penasaran dan pastinya kudu beli sekuelnya. Saking banyaknya misteri dan twist jadi menduga-duga yang tidak-tidak. Jangan-jangan ayah Kelsea itu si A, jangan-jangan Kelsea punya kembaran, dst, dsb. Seru!

Satu yang saya bingungkan: settingan tempat dan waktunya. Tearling, Mortesne, dan negara lainnya jelas imajinasi Johansen, tapi kenapa nama ibukota Tearling adalah London Baru? 

Buku favorit! Saya rekomendasikan untuk dibaca. Sayang, harganya mahal dan kertasnya kurang sip..

Ohhyaa, satu lagi. Entah kenapa saya merasa penulis memasukkan sedikit "kepribadiannya" dalam tokoh Kelsea.

Selasa, 18 April 2017

[Resensi Buku] The ABC's of Hand Lettering oleh Abbey SY

Judul:The ABCs of Hand Lettering
Pengarang: Abbey SY
Terbit: tahun 2015
Penerjemah: Mustika
Penerbit: Haru Media
Cetakan pertama: Desember 2016 
Jumlah halaman: 100 hlm



The ABCs of Hand Lettering adalah panduan tepercaya dan langkah pertama yang sempurna untuk memulai hobi baru yang menakjubkan. Pelajari perbedaan antara font serif, sans serif, script, dan dekoratif; cari tahu bagaimana menempatkan huruf-huruf dan kata-kata menjadi satu; dan buatlah karya kreasi tulisan tanganmu sendiri. Begitu selesai dengan buku ini, kamu pasti akan selalu berkarya.

Dan memang benar. Setelah baca buku ini - bahkan di tengah-tengah baca buku ini - saya sudah sibuk dengan kertas dan pena. Seadanya saja. HVS dan bolpoin hitam. Dan hasilnya pun juga apa adanya. Masih jauh banget dari indah wkwkwk.

Buku ini bagus banget. Dari covernya aja udah eye catching banget. Bikin pengen ambil dari rak dan dibuka-buka. Ternyata isinya juga mudah banget dipahami, apalagi untuk pemula. Dan juga banyak banget contoh-contoh dan gambar-gambar dan warna-warni cantikkk, jadi makin menarik. Gak nyesel saya beli buku ini. Isinya dibagi menjadi lima bab. Hal yang menyenangkan adalah penulisnya - seniman muda asal Filipina - sangat memotivasi pembacanya. Dalam setiap sesi atau bab, pasti Kak Abbey ini selalu menyemangati kita-kita untuk selalu berlatih, berlatih, dan berlatih. Mulailah dan terus berlatih. Jadi semangat lagi nih buat bikin hand lettering hehehe..

Bagi temen-temen yang tertarik sama seni menulis pakai tangan, belilah buku ini. Amatir atau profesional gak masalah karena buku ini layak dikoleksi :) 

Selasa, 14 Maret 2017

[Resensi Novel Terjemahan] An Abundance of Katherines oleh John Green


An Abundace of Katherines
Tentang Katherine
John Green

Judul asli: An Abundance of Katherines
Pengarang: John Green
Terbit: tahun 2006
Penerjemah: Poppy D. Chusfany
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: tahun 2014
Jumlah halaman: 320 hlm 

Katherine V menganggap cowok menjijikkan.
Katherine X hanya ingin berteman.
Katherine XVIII memutuskan Colin lewat email.
Kalau soal pacar, ternyata tipe yang disukai Colin Singleton adalah cewek-cewek bernama Katherine.
Dan kalau soal Katherine, Colin selalu jadi yang tercampak.
Setelah diputuskan Katherine XIX, cowok genius yang hobi mengotak-atik anagram ini mengadakan perjalanan panjang bersama teman baiknya. Colin ingin membuktikan teori matematika karyanya, supaya dapat memprediksi hubungan asmara apa pun, menolong para Tercampak, dan akhirnya mendapatkan cinta sang gadis.

Lumayan lama nyelesein buku ini karena bagi saya membosankan.. Buku macam ini bukan genre favorit hehe.

Membaca dua novel karya John Green membuat saya berpikir bahwa latar belakang cerita-cerita beliau kasarannya seperti ini: perjalanan ke suatu tempat misterius secara random yang disebabkan oleh masalah percintaan. Hmm, bener gak?

Novel ini menggambarkan tentang jiwa muda, semangat yang bergolak. Kamu bisa melakukan apa pun, pergi kemana pun. Namun, jadilah pribadi yang berarti untuk sesuatu atau seseorang yang kamu anggap berarti. Apa pun yang kamu lakukan untuk menunjukkannya tidak perlu yang muluk-muluk. Untuk orangtuamu yang sangat berarti bagimu misalnya, bantulah mencuci piring kotor. Untuk lingkungan yang sangat berharga, buanglah sampah pada tempatnya. Mudah sekali tapi sangat berarti bagi mereka. Ada banyak cara menjadi bahagia. Novel ini menekankan jadilah pribadi yang berarti. Jika seseorang yang kamu sayangi bahagia, otomatis kamu akan bahagia. Menurut saya ini pesan moral dari buku ini. Mario Teguh banget saya ya wkwkwkwk.

Buku ini memberikan sudut pandang yang berbeda dari kacamata seorang genius. Mereka sebenarnya sama seperti kita-kita yang bukan genius (saya maksudnya, agak lemot hehe..) hanya dalam level yang lebih tinggi. Bagi orang normal bisa membuat anagram atau menyelesaikan puzzle 1000 pcs sudah merasa wow dan ngos-ngosan, tapi bagi orang genius hal seperti itu sangatlah biasa-biasa aja. Perumpamaan berhasil menciptakan teori barulah mereka sang genius merasa berarti.

Ada satu adegan yang mengena dan bikin trenyuh. Adegan itulah yang saya rasa akhirnya bisa menohok Colin dan sahabatnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kembali pada realitas, mengakhiri perjalanan pencarian jati diri mereka. Dan tentu saja pelajaran berharga untuk kita juga, para pembaca. Bagus pokoknya.

Ada lampiran penjabaran teori matematika ciptaan Collin. Menarik! 

Saya mau tulis sinopsisnya tanpa spoiler, ya. Novel ini ceritanya tentang seorang cowok SMA genius yang patah hati diputusin pacarnya lalu dia dan seorang sahabatnya melakukan perjalanan secara spontanitas dengan tujuan awalnya untuk menghindari depresi. Karena dia cowok genius, maka hobinya adalah mengotak-atik rumus matematika, berusaha menciptakan rumus tentang  hubungan percintaan. Nah, pada akhirnya nanti kita tahu apakah rumusnya berhasil diterapkan pada kehidupan nyata atau gak.

Saya coba merangkum buku ini dalam satu kalimat: buku yang bercerita tentang perjalanan, tempat rahasia, dan curhatan rumit dan filosofis. 

Nah, gimana menurut temen-temen semua? Yang belum baca jadi kepingin baca gak nih? Dan bagi yang udah baca komen-komenan, yuk!

Senin, 06 Februari 2017

[Resensi Novel] Megamendung Kembar oleh Retni SB


Megamendung Kembar
Retni SB

Judul: Megamendung Kembar
Pengarang: Retni SB
Terbit: tahun 2016
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 360 hlm

Megamendung warna merah yang tersimpan di lemari itu adalah hasil dialog antara jiwa dan jemari Sinur dengan canting, malam, kain primisima, bara tungku, dan akar mengkudu. Memuat kisah rahasia tentang cinta terlarang, luka, perjuangan, sekaligus kepasrahan. Niat Sinur, rahasia lebih dari setengah abad itu akan dibawanya sampai mati.
Namun, Awie bukan cucu yang rela membiarkan kisah masa lalu yang tak tuntas itu menjadi rahasia selamanya. Apalagi ketika dia tahu ada batik serupa yang diperlakukan bagai benda keramat di tempat lain...
Yang membuat Awie bimbang, apakah mengungkap kisah Megamendung kembar itu akan memulihkan sebuah hubungan, atau justru merusak harmoni?

Covernya cantik sekali. Alasan utama saya beli buku ini. 

Secara umum saya kurang terkesan dengan buku ini. Menurut saya banyak kekurangannya. Penggunaan kalimat ketika para tokoh berdialog (ngobrol) kurang umum, jadi terasa kurang luwes. Obrolannya pun kaku dan kurang lazim. Ada juga beberapa kalimat yang memakai kata atau frasa yang tidak umum, misal "rasa kampung". Karakter para tokohnya kurang tergali, penjabarannya kurang detail, sehingga tidak ada koneksi dengan mereka. Misalnya saja yang paling bikin penasaran itu seperti apa sih fisik dan watak Embah sesungguhnya. Lalu ada banyak typo dan kata yang tidak sesuai dengan EYD. Ohya, ada beberapa tokoh yang terlupakan begitu saja. Padahal sebelumnya diceritakan dengan lumayan panjang dan termasuk tokoh yang lumayan punya peran terhadap jalannya cerita. Terasa mengganjal saja.

Ceritanya biasa saja. Agak membosankan malah. Alurnya cepat, untunglah. Inti cerita buku ini adalah tentang cinta terlarang antara seorang buruh wanita dengan majikannya yang sudah beristri dimana kain batik Megamendung adalah bukti bahwa mereka dahulu pernah saling kenal dan memiliki hubungan khusus. Walaupun ini cerita bisa dikatakan tentang perselingkuhan, namun tidak ada dialog ataupun adegan vulgar.






Jumat, 13 Januari 2017

[Resensi Novel Terjemahan] The Night Circus oleh Erin Morgenstern


The Night Circus
Erin Morgenstern

Judul asli: The Night Circus
Pengarang: Erin Morgenstern
Terbit: tahun 2011
Penerjemah: Berliani Mantili Nugrahani
Penerbit: PT Mizan Pustaka
Cetakan pertama: Januari 2013
Jumlah halaman: 610 hlm

Bersiaplah memasuki Le Cirque des Reves. Jangan terlalu terkejut karena sirkus ini bukanlah sirkus biasa. Di sini kau bisa menemukan Labirin Awan, khayalan-khayalan yang menjadi kenyataan, sari apel terlezat di dunia, Pohon Permohonan, dan wanita cantik dengan gaun penuh untaian surat cinta.
Dalam Le Cirque des Reves pula, Prospero sang Pesulap menjadikan Celia, putrinya sendiri, sebagai ajang taruhan. Prospero mengharuskan Celia untuk bertarung dengan Marco Alisdair, yang merupakan murid dari musuh bebuyutan sang Pesulap. Selama bertahun-tahun Celia dan Marco berusaha saling menjatuhkan lewat berbagai wahana dan atraksi mendebarkan: panggung ilusi, raven, selubung sihir, api unggun seputih salju, dan binatang-binatang dari kertas.
Namun, kompetisi itu terhambat saat mereka perlahan-lahan saling jatuh cinta. Dan keduanya semakin kewalahan saat sesuatu yang jahat mulai mencelakai, bahkan membunuh orang-orang di sirkus, satu demi satu..

Buku yang sangat menghibur. Menyenangkan sekali membacanya! Ide ceritanya unik. Kisah drama dan cinta yang romantis namun tidak mendayu-dayu. Jalan ceritanya cepat, alur waktunya maju mundur, sudut pandang cerita bergantian dari satu tokoh ke tokoh lain, dan agak misterius; dari para tokohnya sampai sirkus itu sendiri. Iya, terlalu misterius dan itu yang saya sayangkan. Tokohnya banyak dan semuanya mengagumkan. Namun, karakter atau wataknya kurang digali. Saya banyak membayangkan seperti apa sebenarnya bentuk fisik dari Celia dan Marco dan yang lainnya, bagaimana sifat mereka, dsb. Lalu saya berharap bakal menemukan wahana dan atraksi yang memukau di dalam sirkus. Tapi, hanya sedikit wahana yang diceritakan secara detail dan itu pun masih membuat tanda tanya. Misalnya saja, apa sih sebenarnya Pohon Permohonan itu???

Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian yang suka kisah drama romantis dalam balutan fantasi. Layak dikoleksi. Ohya ada satu hal, saya masih penasaran dengan Mr. AH.



Senin, 19 Desember 2016

[Resensi Novel] Harta Vaeran oleh Pratama Wirya


Harta Vaeran
Pratama Wirya

Judul: Harta Vaeran
Pengarang: Pratama Wirya
Terbit: tahun 2011
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: tahun 2011
Jumlah halaman: 525 hlm

Terlahir dengan bakat untuk berburu hata berharga yang tersembunyi, Karnthe mengikuti jejak ayahnya dan menjadi seorang Pemburu Harta Karun. Ia bergabung bersama Saeliya, seorang Penyihir Tempur, untuk berburu Harta Vaeran yang legendaris. Seiring ia bertualang, ia mendapat bantuan lagi dari tiga rekan yang bisa diandalkan, yaitu seorang Pengumpul Pengetahuan bernama Fukhoy-ri, seorang Pengelabu Mata bernama Certeus, dan seorang Pedagang Pejuang bernama Karin. Dengan tim multi-profesi yang solid ini, Karnthe pantang menyerah mengejar Harta Vaeran yang ternyata begitu dahsyat melebihi bayangannya.

Cover oke.

Kesan pertama yang saya dapat adalah penulis kurang riset. Kurang detail. Banyak hal-hal luput walaupun cuma sepele tapi sangat terasa. Penulis adalah seorang gamer sehingga perlu banyak riset agar ceritanya detail dan gak aneh. Seolah-olah cerita yang dibikin hanya berdasarkan pengalamannya bermain game saja.

Kemudian baca halaman pertama bab pengenalan tokoh: kenapa namanya susah-susah? Mirip game-game RPG dengan nama-nama tokohnya yang aneh dan asing, susah diucapkan, dan gak punya landasan riwayatnya. Maksudnya, nama-namanya dibikin sesuka penulis saja, yang dirasa keren dan unik dipakai, padahal Vandaria adalah sebuah dunia yang tentu saja punya sejarah.

Lalu, mana petanya? Buku ini banyak menyebutkan dan melibatkan tempat; desa, pegunungan, bukit, lembah, gua, jadi saya rasa peta adalah hal penting di sini.

Alurnya lambat. Karnthe cs banyak berkeliling ke berbagai tempat jadi agak tidak terlalu membosankan. Mungkin ini salah satu yang bikin menarik, banyak tempat yang dikunjungi. Tokoh-tokohnya sendiri kurang menonjol, bahkan untuk tokoh utamanya, Karnthe. Mereka hanya sekedar pemain yang membuat cerita ini ada. Tidak ada keterikatan emosi dengan para tokoh sebab penulis kurang dalam menggali latar belakang mereka. 

Namun, saya cukup menikmati membaca buku ini (karena saya juga pernah main game), terutama di akhir bab ketika petualangan Karnthe cs menjadi semakin menarik dan menegangkan. Ceritanya sangat kental dengan nuansa game-game RPG. Bertualang mencari harta dari satu tempat ke tempat lain ditemani oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang berbeda tapi saling melengkapi. Bahkan urut-urutan perjalanan mereka bener-bener RPG banget. Pertama mengunjungi sebuah kota, lalu pegunungan, lanjut ke gua, terus ke desa rahasia , dan yang terakhir adalah tempat menakutkan bagi semua pemain game: kuil! Kalau dalam bahasa game RPG kita harus masuk ke dalam catacomb lantai basement dimana boss bersemayam. Hiiiyyyy!

Jadi saya rasa ini buku yang cukup menyenangkan jika kalian ingin membaca petualangan fantasi yang ringan dan gak rumit tanpa ada konten dewasa (sadistis, kata-kata vulgar). Buku untuk segala usia! Yeyy!